Langsung ke konten utama

BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan

 BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan


     Ku teguk segelas kopi pada senja sore, dengan keadaan hujan, tiada sangka kenangan-kenangan yang lama kembali teringat, sepertinya masih segar dalam ingatan, tetapi entah mengapa selalu berujung lara, dukacita, tanpa arah dan ujungnya, kian menerka bagaikan ombak menggulung ketepian bibir pantai. Ketenangan senja kutemukan. Tetapi hujan yang masih bergemuruh masih risih ku dengar. Tetapi tentang kopi bisa lebih menenangkan diri ini.



     Masa-masa yang sulit untuk dilupakan, dan mungkin tidak akan terlupakan. Selagi hayat masih dikandung badan, tidak terlupakan doktrin-doktrin, stimulus-stimulus, perilaku-perilaku, kenangan-kenangan, masa-masa yang membekas di hati. Entah itu kenangan manis sampai pahit sekalipun. Oke lah, boleh terlupakan tetapi tidak sepenuhnya untuk abadi terlupakan, sepenuhnya hilang. Butuh waktu untuk menghilangkan semua itu. Yaa... Betul. Hanya kematian yang memutus semua rekam jejak skenario yang ada dalam otak, pikiran, hati, tubuh dengan bagian dalamnya juga.

    Kini semua hanya soal perjalanan menuju keabadian hidup, untuk bisa semangat dalam menjalani, untuk bisa taat dalam perjuangan, untuk bisa sadar dalam ikhlas dan sabar, untuk bisa terus tumbuh dan bergerak. Luka-luka yang telah dan sudah ditemui dijalan, menjadikan pelajaran, hikmah, manfaat untuk bisa di tafsiri lebih dalam. Menjadikan diri ini berlipat-lipat lebih kuat, mengurangi pikiran sesat, dan jalan taat, dengan hati lebih peka terhadap keadaan. 

     Ku belajar dari Senja : "Bahwa keindahan, tidak selamanya abadi." (Menjadikan diri ini Tabayyun dan lebih menghargai nikmat yang sekarang dipunyai).

      Ku belajar dari Kopi : "Tidak selamanya kopi pahit itu tidak enak, banyak para pecinta kopi nikmat-nikmat saja dalam menyeruput nya." (Menjadikan diri ini berlipat-lipat Sabar dan syukur dalam setiap keadaan, walaupun dalam masalah yang begitu pahit)

      Ku belajar dari Hujan : "Hujan tidak jatuh di semua tempat di bumi, hujan hanya pada daerah tertentu dengan intensitas awan berkumpul dan membentuk sebuah awan hitam yang disebut mendung." (Menjadikan diri ini untuk tidak percaya seluruhnya pada orang yang dianggap bisa menjadi "Rumah". Karena sejatinya ia hanya butuh kenyamanan dalam tempat yang sudah ditentukan oleh Tuhannya, seperti halnya Hujan yang memilih tempat untuk menjatuhkan dirinya.)

Karena sejatinya hidup didunia ini untuk berjuang, dan bersusah-payah,istirahat hanyalah dalam keabadian akhirat yang penuh nikmat.

     Ku belajar dari kenangan (tidak ada yang disesali dan dilupakan di kehidupan ku ini, hanya patut disyukuri, disabari, dan dibuat pelajaran-pelajaran berharga untukku bisa lebih baik lagi.



Sekian, Semoga Bermanfaat.

Billahi Fii Sabilil Haq. Fastabiqul Khoirot.


Wallahu a'lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG KATA | Apa Saja Bisa Dengan Kata

TENTANG KATA | Apa Saja Bisa Dengan Kata "Hal-hal baik diciptakan dengan kata-kata yang bijaksana, penuh makna, rasa, jiwa, untuk kemudian bisa diaktualisasikan dengan perilaku yang baik untuk kehidupan yang lebih menjiwai."      Beribu untaian kata-kata mutiara berawal dari satu kata, satu kata berawal dari  satu huruf   yang dirangkai menjadi satu kesatuan penuh makna, dengan kata kita bisa menjadikan dunia pada genggaman kita, dengan kata kita bisa hidup bahagia, dengan kata kita bisa berkomunikasi dengan baik, dengan kata kita bisa berbicara, menulis, belajar, belajar.      Kata-kata muncul bisa dari perasaan, keadaan, perasaan membawa kita untuk melakukan sesuatu aktifitas yang membuat kita terdorong untuk memberikan sebuah stimulus bahwa dengan kata, kita bisa mengutarakan apa yang ada dibenak kita dengan leluasa, respon yang diberikan otak bisa menjadi penuh bahagia, hati menjadi stimulus berperan sebagai pengendali perasaan. Sedangkan kead...

Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values

Assalamualaikum Before continuing to read our article, let us introduce ourselves: Here we are in groups and there are 3 students here, the first: 1. Moh. Rama Ilhami 2. Anisa Dwi Lestari 3. Ainindita Febrianti We are here students and female students from the state Islamic university prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Indonesia, here we are the tarbiyah and teacher training faculty of the Islamic religious education study program, currently carrying out our final assignment for the social media educational subject, Thus our introduction, that's all and thank you. Title: Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values Introduction: Islamic religious education holds a significant place in the Indonesian education system due to the country's large Muslim population. As the world's most populous Muslim-majority nation, Indonesia places great importance on teaching Islam as a core subject in schools. This article explores the key aspects of...