Langsung ke konten utama

Tentang [Rasa] Yang Menyiksa

Tentang | Rasa Pada Separuh Manusia

Tentang rasa yang masih tersimpan dalam dada, tiap manusia pasti memiliki keterkaitan tentang ketertarikan pada seseorang, tak dapat dipungkiri bahwa jika telah ada tersimpan rasa pada diri ini walaupun masih benih-benih secuil, lambat laun pasti tumbuh menjadi cinta, ketertarikan pada seseorang yang dianggap ''cocok'' persepsi kita, tetapi alangkah baiknya mungkin kita sadar dalam posisi apa kita sebagai subjek yang sadar akan keadaan, kesadaran, keterbatasan, dan kesabaran.

Dia mempesona bagaikan fajar dilangit yang masih tampak semangat dalam mengawali hari, sedangkan aku hanyalah senja yang memudar dan tampak menghilang untuk mengakhiri hari. Sungguh tidak akan menyatu dan tampak bertolakbelakang keadaan. Sekarang, ku sebut dia sekedar angan, yang tak harus dimiliki, tetapi cukup dikenang dalam pikiran, ntah sampai kapan, yang jelas terus segar dalam ingatan. Mungkin dia tidak menyadari betapa "tersiksa" batin ini seakan-akan terkoyak-koyak dalam sepi. Dia tidak menyadari ada hati dengan harap berlebih yang harapannya tak kunjung menemui. Dia hanya tau baik-baik saja.
Yuk! Buang Rasa Patah Hati dengan Cara Melupakan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
Rasa yang tak terbalaskan mungkin cukup menjadi bukti atas diri ini untuk tidak melebihi batas untuk berharap. Aku yakin pada saatnya, pada tepatnya, pada tempatnya, akan ada seseorang yang memiliki kapasitas tolak ukur kita untuk dijadikan "Rumah" untuk bercengkrama, saling melengkapi, saling mengasihi, mendoakan, menyayangi, bertukar pikiran, dan segala macam asam, garam kehidupan. Dalam konteks ini memiliki "seseorang" adalah sebuah persepsi yang pantas untuk dimiliki, karena bukan karena over loving (bucin), tetapi tentang keterlibatan dalam kehidupan untuk menjadi teman lebih dari sekedar teman. Jangan anggap seseorang yang diam dan biasa-biasa saja diluar, belum tentu diam juga isi pikirannya. Bisa jadi bergemuruh tak tentu arah, bisa jadi bergelut tentang diri sendiri, bisa jadi ber monolog secara berkala, intinya tak sesuai dengan apa yang kita lihat diluar.

Tak hanya soal rasa yang tersimpan dan kapan tersampaikan, tak hanya suka menyukai dalam berlawanan jenis, tak hanya soal batin dengan kegelisahannya, tak hanya soal akan tersimpan atau tidaknya, tetapi lebih dari itu. Mentadaburi diri lebih baik, dibandingkan menyalahkan keadaan yang sudah jelas-jelas tidak berkehendak pada ku. Sekarang hanya lebih bisa menerima apa yang ada, dan lebih menghargai apa yang ada, tidak menuntut, hanya ingin tidak takut, tidak ingin berdalih, hanya ingin berpikiran jernih, tidak ingin menggelisah, hanya ingin lepas dan tabah. Ku harap diri ini kuat, sejatinya hanya diri sendiri yang menguasai, dan menguatkan, manusia lain hanya stimulus kecil dari puzzle kehidupan ku. Hargai orang terdekat, berikan sekat pada yang tidak menghargai kita.


Secuil kisah, tak kan berubah.
Billahi Fii Sabilil Haq. Fastabiqul Khoirot.
Semoga bermanfaat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan

  BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan      Ku teguk segelas kopi pada senja sore, dengan keadaan hujan, tiada sangka kenangan-kenangan yang lama kembali teringat, sepertinya masih segar dalam ingatan, tetapi entah mengapa selalu berujung lara, dukacita, tanpa arah dan ujungnya, kian menerka bagaikan ombak menggulung ketepian bibir pantai. Ketenangan senja kutemukan. Tetapi hujan yang masih bergemuruh masih risih ku dengar. Tetapi tentang kopi bisa lebih menenangkan diri ini.      Masa-masa yang sulit untuk dilupakan, dan mungkin tidak akan terlupakan. Selagi hayat masih dikandung badan, tidak terlupakan doktrin-doktrin, stimulus-stimulus, perilaku-perilaku, kenangan-kenangan, masa-masa yang membekas di hati. Entah itu kenangan manis sampai pahit sekalipun. Oke lah, boleh terlupakan tetapi tidak sepenuhnya untuk abadi terlupakan, sepenuhnya hilang. Butuh waktu untuk menghilangkan semua itu. Yaa... Betul. Hanya kematian yang memutus semua rekam je...

TENTANG KATA | Apa Saja Bisa Dengan Kata

TENTANG KATA | Apa Saja Bisa Dengan Kata "Hal-hal baik diciptakan dengan kata-kata yang bijaksana, penuh makna, rasa, jiwa, untuk kemudian bisa diaktualisasikan dengan perilaku yang baik untuk kehidupan yang lebih menjiwai."      Beribu untaian kata-kata mutiara berawal dari satu kata, satu kata berawal dari  satu huruf   yang dirangkai menjadi satu kesatuan penuh makna, dengan kata kita bisa menjadikan dunia pada genggaman kita, dengan kata kita bisa hidup bahagia, dengan kata kita bisa berkomunikasi dengan baik, dengan kata kita bisa berbicara, menulis, belajar, belajar.      Kata-kata muncul bisa dari perasaan, keadaan, perasaan membawa kita untuk melakukan sesuatu aktifitas yang membuat kita terdorong untuk memberikan sebuah stimulus bahwa dengan kata, kita bisa mengutarakan apa yang ada dibenak kita dengan leluasa, respon yang diberikan otak bisa menjadi penuh bahagia, hati menjadi stimulus berperan sebagai pengendali perasaan. Sedangkan kead...

Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values

Assalamualaikum Before continuing to read our article, let us introduce ourselves: Here we are in groups and there are 3 students here, the first: 1. Moh. Rama Ilhami 2. Anisa Dwi Lestari 3. Ainindita Febrianti We are here students and female students from the state Islamic university prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Indonesia, here we are the tarbiyah and teacher training faculty of the Islamic religious education study program, currently carrying out our final assignment for the social media educational subject, Thus our introduction, that's all and thank you. Title: Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values Introduction: Islamic religious education holds a significant place in the Indonesian education system due to the country's large Muslim population. As the world's most populous Muslim-majority nation, Indonesia places great importance on teaching Islam as a core subject in schools. This article explores the key aspects of...