Langsung ke konten utama

Teori Etika Deontologis Dan Implementasinya dalam Ibadah Sholat Fardhu


Teori Etika Deontologis dan Implementasinya dalam Ibadah sholat Fardhu


            Teori Etika Deontologis adalah teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant, Immanuel Kant adalah seorang filsuf dari Jerman. Menurut Kant, tindakan moral dibedakan dari tindakan amoral oleh niat (kewajiban) yang mendasari nya.

            Etika deontologi adalah teori filsafat moral yang mengajarkan bahwa sebuah tindakan itu benar kalau tindakan tersebut selaras dengan prinsip kewajiban yang relevan untuknya. Akar kata deontologi berasal dari Yunani yakni deon berarti ‘kewajiban yang mengikat’ dan logos berarti “pengetahuan”. Etika deontologis juga sering disebut sebagai etika yang tidak menganggap akibat tindakan sebagai faktor yang relevan untuk diperhatikan dalam menilai moralitas suatu tindakan.


            Mengapa perbuatan baik dan harus dilakukan, karena dasarnya itu adalah kewajiban, etika deontologi banyak dilakukan dalam perintah-perintah agama, dan salah satunya yang wajib bagi muslim adalah Sholat Fardhu, mengapa kita harus melakukan Sholat, mengapa kita ketika melakukannya itu dianggap bermoral, karena mengandung unsur kewajiban.

            Sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim dan termasuk rukun Islam yang kedua. Dalil perintah sholat telah disebutkan dalam sejumlah ayat Al-Qur'an.

Dalil Perintah Sholat dalam Al-Qur'an;

Surat An Nisa Ayat 103

اِÙ†َّ الصَّÙ„ٰوةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِÙŠْÙ†َ Ùƒِتٰبًا Ù…َّÙˆْÙ‚ُÙˆْتًا

Artinya: "Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An Nisa: 103)

            Dalam etika deontologi, suatu tindakan yang baik itu bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik bagi dirinya sendiri. Dengan kata lain, tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan (kewajiban) yang memang harus dilaksanakan, terlepas dari akibat yang akan didapatnya kelak. Prinsipnya Deontologi menekankan motivasi, kemauan baik, dan watak yang kuat dari pelaku. Maka dalam menilai seluruh tindakan, kemauan berbuat baik (good will) harus selalu diletakkan paling pertama dalam setiap tindakan. Pun juga dengan sholat, ketika sholat sudah menjadi kewajiban selepas nanti dampaknya apa, insyaallah baik untuk diri kita. (good will)


Selamat membaca, semoga bermanfaat...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan

  BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan      Ku teguk segelas kopi pada senja sore, dengan keadaan hujan, tiada sangka kenangan-kenangan yang lama kembali teringat, sepertinya masih segar dalam ingatan, tetapi entah mengapa selalu berujung lara, dukacita, tanpa arah dan ujungnya, kian menerka bagaikan ombak menggulung ketepian bibir pantai. Ketenangan senja kutemukan. Tetapi hujan yang masih bergemuruh masih risih ku dengar. Tetapi tentang kopi bisa lebih menenangkan diri ini.      Masa-masa yang sulit untuk dilupakan, dan mungkin tidak akan terlupakan. Selagi hayat masih dikandung badan, tidak terlupakan doktrin-doktrin, stimulus-stimulus, perilaku-perilaku, kenangan-kenangan, masa-masa yang membekas di hati. Entah itu kenangan manis sampai pahit sekalipun. Oke lah, boleh terlupakan tetapi tidak sepenuhnya untuk abadi terlupakan, sepenuhnya hilang. Butuh waktu untuk menghilangkan semua itu. Yaa... Betul. Hanya kematian yang memutus semua rekam je...

TENTANG KATA | Apa Saja Bisa Dengan Kata

TENTANG KATA | Apa Saja Bisa Dengan Kata "Hal-hal baik diciptakan dengan kata-kata yang bijaksana, penuh makna, rasa, jiwa, untuk kemudian bisa diaktualisasikan dengan perilaku yang baik untuk kehidupan yang lebih menjiwai."      Beribu untaian kata-kata mutiara berawal dari satu kata, satu kata berawal dari  satu huruf   yang dirangkai menjadi satu kesatuan penuh makna, dengan kata kita bisa menjadikan dunia pada genggaman kita, dengan kata kita bisa hidup bahagia, dengan kata kita bisa berkomunikasi dengan baik, dengan kata kita bisa berbicara, menulis, belajar, belajar.      Kata-kata muncul bisa dari perasaan, keadaan, perasaan membawa kita untuk melakukan sesuatu aktifitas yang membuat kita terdorong untuk memberikan sebuah stimulus bahwa dengan kata, kita bisa mengutarakan apa yang ada dibenak kita dengan leluasa, respon yang diberikan otak bisa menjadi penuh bahagia, hati menjadi stimulus berperan sebagai pengendali perasaan. Sedangkan kead...

Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values

Assalamualaikum Before continuing to read our article, let us introduce ourselves: Here we are in groups and there are 3 students here, the first: 1. Moh. Rama Ilhami 2. Anisa Dwi Lestari 3. Ainindita Febrianti We are here students and female students from the state Islamic university prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Indonesia, here we are the tarbiyah and teacher training faculty of the Islamic religious education study program, currently carrying out our final assignment for the social media educational subject, Thus our introduction, that's all and thank you. Title: Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values Introduction: Islamic religious education holds a significant place in the Indonesian education system due to the country's large Muslim population. As the world's most populous Muslim-majority nation, Indonesia places great importance on teaching Islam as a core subject in schools. This article explores the key aspects of...