Langsung ke konten utama

Postingan

Fenomena Faithfulness Dalam Generasi Muda (Gen-Z) Masa Kini?!!

Dalam sebuah hubungan untuk menjadikan kebahagiaan didalam hubungan tersebut pasti ada tata perilaku yang harus dilakukan dengan sadar dan dengan penuh komitmen diri, kita akan membahas tentang faithfulness (Kesetiaan) dalam konteks perilaku didalam sebuah hubungan sosial antara laki-laki dengan perempuan yang mengambil langkah bersama dan bersatu dengan adanya tujuan didalam sebuah hubungan tersebut. Ini penting dibahas di zaman sekarang karena kemudahan akses internet yang sangat luas, jejaring sosial yang terbuka dengan adanya sosial media didalamnya, bisa menjadikan kebahagiaan dalam hubungan terdistraksi (Terdistraksi adalah kondisi saat perhatian atau fokus seseorang teralihkan dari tugas utama akibat adanya gangguan (distraksi), baik dari faktor internal (pikiran, stres, lapar) maupun eksternal (kebisingan, gawai, notifikasi). Dikutip dari www.halodoc.com Dalam kondisi yang tidak fokus, selepas banyaknya pilihan paket hidup, pilihan kebahagiaan, pilihan kesempurnaan didalam sosi...
Postingan terbaru

2025 Menuju Hal-hal Baik Kedepan!

 2025 tanda rasa mendekap asa~ Ditahun ini ketika duniaku tidak menentu arah akan kemana tujuannya, ada secercah cahaya. Cahaya itu bersinar menerangi sanubari, didalam jalan yang samar menapaki bumi, cahaya itu menjelma sebagai putri hati. Putri hati yang cantik bagaikan bunga. Putri hati cantik, lesung pipi memikat, hati tergerak. Hidung mancung, lurus proposional, kecantikan yang tak terlupakan, elegan dan anggun. Mata besar, berbinar-binar, menaklukkan hati, tanpa bicara. Rambut panjang, lembut seperti sutra, mengalir di punggung, seperti air terjun jernih. Bicaranya halus menyentuh hati, kasih perilaku hangat memberikan kesan yang nyaman untuk berinteraksi. Masih ada jalan didepan sana yang harus dilalui,. Semoga senantiasa berjalan bersamamu hingga tiba saatnya menyatu. Akan ada banyak jalan dan tantangan didepan, semoga selalu dilindungi dan dikuatkan dengan baik, akan ada badai yang harus dijinakkan oleh ego masing-masing. Akan ada masalah yang pasti dihadapi. Jika terus me...

Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values

Assalamualaikum Before continuing to read our article, let us introduce ourselves: Here we are in groups and there are 3 students here, the first: 1. Moh. Rama Ilhami 2. Anisa Dwi Lestari 3. Ainindita Febrianti We are here students and female students from the state Islamic university prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Indonesia, here we are the tarbiyah and teacher training faculty of the Islamic religious education study program, currently carrying out our final assignment for the social media educational subject, Thus our introduction, that's all and thank you. Title: Islamic Religious Education in Indonesia: Preserving Identity and Fostering Values Introduction: Islamic religious education holds a significant place in the Indonesian education system due to the country's large Muslim population. As the world's most populous Muslim-majority nation, Indonesia places great importance on teaching Islam as a core subject in schools. This article explores the key aspects of...

Teori Etika Deontologis Dan Implementasinya dalam Ibadah Sholat Fardhu

Teori Etika Deontologis dan Implementasinya dalam Ibadah sholat Fardhu             Teori Etika Deontologis adalah teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant, Immanuel Kant adalah seorang filsuf dari Jerman. Menurut Kant, tindakan moral dibedakan dari tindakan amoral oleh niat (kewajiban) yang mendasari nya.             Etika deontologi adalah teori filsafat moral yang mengajarkan bahwa sebuah tindakan itu benar kalau tindakan tersebut selaras dengan prinsip kewajiban yang relevan untuknya. Akar kata deontologi berasal dari Yunani yakni deon berarti ‘kewajiban yang mengikat’ dan logos berarti “pengetahuan”. Etika deontologis juga sering disebut sebagai etika yang tidak menganggap akibat tindakan sebagai faktor yang relevan untuk diperhatikan dalam menilai moralitas suatu tindakan.             Mengapa perbuatan baik dan harus dilakukan, karena dasarnya itu adalah kewajiban, etika deontologi banyak dil...

NARASI#1 Ramadhan Diujung Tanduk #30

NARASI#1 Ahad, 1 Mei 2022 Ramadhan Diujung Tanduk #30 Ramadhan datangnya dinanti-nanti, Lembaran hari di bulan ramadhan sudah silih berganti, Sampai sudah hampir mencapai titik dimana kisi kisi pergi telah ada di hari-hari, ... Tetapi, Lebih tak menghiraukan, Tetapi, Lebih merasa jenuh dan bosan, Hanya karena hari kemenangan sebentar lagi akan datang, Ambigu memang rasanya,  Disisi lain merasa bahagia karena sudah tiba saatnya, Saatnya menyambut hari kemenangan, Hari raya untuk maaf-maafan, ... Disisi lain, bersedih hati karena ditinggal bulan suci, Semoga amal yang kita kerjakan menjadi hal kebermanfaatan, Menjadikan takwa pada jiwa dan badan, Dan lebih mengarahkan kemampuan untuk lebih introspeksi diri menjadi insan Kamil, Dan Ramadhan kali ini semoga lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Aamiin. Billahi Fii Sabilil Haq Fastabiqul Khoirot. Semoga Bermanfaat.

Tentang [Rasa] Yang Menyiksa

Tentang | Rasa Pada Separuh Manusia Tentang rasa yang masih tersimpan dalam dada, tiap manusia pasti memiliki keterkaitan tentang ketertarikan pada seseorang, tak dapat dipungkiri bahwa jika telah ada tersimpan rasa pada diri ini walaupun masih benih-benih secuil, lambat laun pasti tumbuh menjadi cinta, ketertarikan pada seseorang yang dianggap ''cocok'' persepsi kita, tetapi alangkah baiknya mungkin kita sadar dalam posisi apa kita sebagai subjek yang sadar akan keadaan, kesadaran, keterbatasan, dan kesabaran. Dia mempesona bagaikan  fajar dilangit yang masih tampak semangat dalam mengawali hari, sedangkan aku hanyalah senja yang memudar dan tampak menghilang untuk mengakhiri hari. Sungguh tidak akan menyatu dan tampak bertolakbelakang keadaan. Sekarang, ku sebut dia sekedar angan, yang tak harus dimiliki, tetapi cukup dikenang dalam pikiran, ntah sampai kapan, yang jelas terus segar dalam ingatan. Mungkin dia tidak menyadari betapa "tersiksa" batin ini seaka...

BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan

  BERSAMA : Senja, Kopi, Hujan, Dan Kenangan      Ku teguk segelas kopi pada senja sore, dengan keadaan hujan, tiada sangka kenangan-kenangan yang lama kembali teringat, sepertinya masih segar dalam ingatan, tetapi entah mengapa selalu berujung lara, dukacita, tanpa arah dan ujungnya, kian menerka bagaikan ombak menggulung ketepian bibir pantai. Ketenangan senja kutemukan. Tetapi hujan yang masih bergemuruh masih risih ku dengar. Tetapi tentang kopi bisa lebih menenangkan diri ini.      Masa-masa yang sulit untuk dilupakan, dan mungkin tidak akan terlupakan. Selagi hayat masih dikandung badan, tidak terlupakan doktrin-doktrin, stimulus-stimulus, perilaku-perilaku, kenangan-kenangan, masa-masa yang membekas di hati. Entah itu kenangan manis sampai pahit sekalipun. Oke lah, boleh terlupakan tetapi tidak sepenuhnya untuk abadi terlupakan, sepenuhnya hilang. Butuh waktu untuk menghilangkan semua itu. Yaa... Betul. Hanya kematian yang memutus semua rekam je...